Self Defense Mechanism - BAB Penyangkalan Diri

Dalam perspektif psikologi, pada situasi tertentu manusia mengeluarkan sesuatu dari dalam dirinya sebagai bentuk pertahanan. Bentuk pertahanan diri ini bersifat sangat pribadi (ego), dan kebenarannya memiliki nilai subjektif. Tolak ukur kemunculan Self defense mechanism dalam diri individu didasari pada tingkat kecemasan yang dialami. Hal lain yang membedakan Self defense mechanism antara individu dengan individu yang lain adalah derajat kematangan mentalnya.

 

Contoh kasus:

Di dalam sebuah Bus Angkutan Umum salah satu penumpang melihat bahwa di antara kerumunan penumpang lainnya ada pencopet yang sedang beraksi pada penumpang lainnya. Dalam kondisi tekanan seperti ini penumpang yang melihat kejadian tersebut berusaha mencari dan memverifikasikan informasi di dalam pikiran bawah sadarnya. Ternyata informasi yang tergambar adalah berita bahwa pencopet tidak pernah beraksi sendiri dalam sebuah kendaraan umum.

Kondisi tersebut memunculkan ketidakpastian antara menolong atau tidak, tetapi rasa cemas dan takut sudah menguasai pikiran bawah sadarnya, sehingga ia memilih untuk membiarkan saja kejadian itu berlangsung. Kemudian yang dilakukan penumpang tersebut adalah membuat alternatif gambaran baru di dalam pikirannya bahwa kejadian itu tidak benar-benar terjadi.

 

Dari contoh kasus tersebut tentu kita dapat menyimpulkan bahwa Self defense mechanism merupakan sebuah usaha yang dilakukan agar gambaran baru yang diciptakan di dalam pikirannya pada saat pencopet beraksi dapat diterima oleh lingkungannya secara utuh. Usaha yang dilakukan oleh penumpang tersebut adalah DIAM saat KEJADIAN. Bentuk Self defense mechanism yang seperti itu dinamakan Penyangkalan Diri.

Fungsi dari Self defense mechanism adalah melindungi diri dari kecemasan, hukuman, sanksi, serta segala macam bentuk manifestasi perasaan negatif yang sulit untuk diterima individu. Akan tetapi, defense mechanism ini bisa menjadi patologis ketika digunakan secara terus menerus sehingga mengakibatkan adanya perilaku maladaptive dan kesehatan fisik ataupun mental pelaku menjadi terganggu.

 

Self defense mechanism dapat muncul dalam diri manusia sejak usia anak-anak, misalnya, seorang anak berkata “Saya tidak menumpahkan susu”. Padahal terlihat banyak susu berceceran, dan tidak ada orang lain lagi di dalam ruangan itu. Jenis ini dinamakan Self defense mechanism Primitif, dan saat ini telah dimodifikasi oleh individu yang mencoba membenarkan bentuk penyangkalan diri. Seorang mahasiswa membenarkan tindakan mencontek dengan alasan karena lingkungannya sudah seperti itu, sehingga jika tidak mencontek maka dirinya pasti tertinggal dengan mahasiswa lainnya.

Bentuk penyangkalan diri hanya salah satu bentuk dari Self defense mechanismSekarang, apapun bentuk Self defense mechanism yang anda terapkan tergantung dari kesiapan menerima diri anda sendiri.

 

Selamat MENERIMA DIRI SENDIRI!